Mutilasional
Mutilasional Tagged Mutilasional, Mutilasi, Kriminalitas Maret 14th, 2013Ruang publik nasional kembali geger usai 6 potongan tubuh laki-laki korban mutilasi ditemukan teronggok di dalam kardus. Peristiwa ini semakin menambah panjang daftar kasus serupa di Indonesia. Sebagian ahli alam fikiran manusia menerangkan bahwa faktor dendamlah yang telah memicu para pelaku mutilasi untuk tega membacok-bacok, mengiris-iris, menyayat-nyayat badan utuh secara bengis-kejam. Buat mereka, tebusan nyawa masih kurang untuk melunasi kobaran api angkara yang berkecamuk membabi buta di sekujur hati gelap mereka.
Gejala apa ini? Apakah kita telah berubah menjadi sebuah negeri Mutilasional? Bayangkan kasus sebelumnya: seorang suami membantai istrinya sampai mati berbekal pentungan. Namun, kendati sosok orang yang saban hari capek melayani dan membantunya telah terbujur kaku tak bernafas, ia masih belum puas. Hingga, “tempat penampung” nyawanya pun harus dibikin porak poranda.
Memang, harus kita akui bahwa tekanan amarah kadang teramat bergejolak di dalam jiwa. Banyak kejadian, atau pun keadaan yang sangat rentan untuk “mengompori” emosi yang satu ini untuk meluap-luap sampai ke ubun-ubun. Seperti misalnya faktor ekonomi, romansa, kecacatan dalam muamalah, dan lain-lain. Belum lagi persoalan temperamen yang buat sebagian orang sangat tinggi.
Walaupun begitu—paling tidak buat Saya, sulit sekali merekonstruksi jalan fikiran yang sanggup “membiarkan” dirinya mengayunkan senjata tajam berkali-kali ke tubuh manusia lain dengan tujuan mutilasi. Apalagi, bila korbannya termasuk orang yang dikenal semacam istri, suami, anak, orang tua, saudara, tetangga dan sebagainya. Sudah sedemikian rusaknyakah qalbu seorang “mutilator” sehingga hati itu bisa menyaksikan anggota badannya berbuat penganiayaan hebat pada obyek di hadapannya?
Benar-benar sulit untuk mereka-reka kejadian ketika ia mencacah pangkal leher, lengan, dan kaki dengan senjata tajam. Kemudian, memunguti bagian-bagian tubuh tersebut satu per satu untuk dimasukkan ke dalam wadah, mengatur; mengepas-ngepaskan supaya terbungkus rapi ketika darah berceceran, dan potongan-potongan tangan dan kaki menjuntai-juntai lemas. Belum lagi kepala. Bagaimana kalau mata si korban membelalak? Ah, ngeri sekali….
Ya, Allah tolong jangan izinkan negeri kami menjadi bangsa Mutilasional. Aamiin.









Maret 14th, 2013 at 7:23 am
ngeri bgt liat dan denger berita pembunuhan skrg…sadis sadis
Maret 14th, 2013 at 8:59 pm
Iya, mas. Kok bisa ya setega itu (?!)
Maret 14th, 2013 at 10:30 pm
Salah satu penyebabnya karena kurangnya iman, sehingga setan lebih berkuasa. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari godaan setan yg terkutuk.
Maret 15th, 2013 at 1:24 am
Aamiin….
Maret 15th, 2013 at 8:37 am
itu semua kehendak ALLAH …. coba aja tanya Pak Ustad & Pak Kiyai… jangan dibesar-besarkanlah… ingat puasa dan mohon ampun ama ALLAH, pasti masuk SURGA-nya ALLAH
Maret 15th, 2013 at 9:07 am
Perbuatan yg benar2 keji.
Saya pikir media ikut ambil peran dalam menasionalisai mutilasi. Mereka yang tadinya tidak berpikir kearah itu sekarang tergerak hatinya setelah menonton berita tv. apalagi bangsa kita, bangsa Indonesia, mudah dihasut.
Maret 15th, 2013 at 10:38 am
moral-hazard
Maret 15th, 2013 at 10:42 am
perlu diadakan sosialisasi di kelurahan,rt, dan rw agar para kepala keluarga dapat membimbing keluarganya masing-masing dengan baik…terimakasih
Maret 15th, 2013 at 10:55 am
horor bnget sich…atut ah..kaboorr..
Maret 15th, 2013 at 2:15 pm
Sama. Saya juga ngeri banget bayanginnya.
Maret 15th, 2013 at 2:15 pm
Terima kasih juga.
Maret 15th, 2013 at 2:16 pm
Total mess up
Maret 15th, 2013 at 2:17 pm
Saya setuju jika isi pesannya mendorong orang untuk tidak melakukan perbuatan tersebut.
Maret 15th, 2013 at 2:18 pm
Tidak dibesar-besarkan memang sudah besar Ji. Saya justru mengajak untuk ingat Alloh dengan do’a di akhir tulisan. Syukran atas masukannya. Barakallahu fiik.
Maret 15th, 2013 at 3:53 pm
itulah kelakuan orang yang imannya tipis coba kalau dia beriman pasti gak akan melakukan hal yang seburuk itu salam kenal aja…..!