Cara Besut Paragraf Awal Ala Penulis Terkenal
Siang Tagged Paragraf Awal, Paragraf Pertama, Alinea Awal, Alinea Pertama Januari 18th, 2013Paragraf awal (alinea pertama) paling disorot dalam sebuah penulisan artikel, terlebih untuk konsumsi internet. Separuh nyawa tulisan ada di sana. Ia adalah senjata efektif untuk menyedot habis perhatian pembaca supaya siap meluangkan waktu-waktu pentingnya hanya untuk menikmati keseluruhan tulisan.
Ia adalah sihir mujarobat, pembuat lupa makan, lupa kerja, lupa tidur, dan hanya ingat baca! Plus, ingat untuk balik lagi berulang-ulang ke blog kita, dan bahkan buru-buru mengklik fitur Bookmark di browsernya untuk menyimpan link blog.
1. 5 W + 1 H (What, When, Where, Who, Why, dan How) sebagai lead mutlak diingat-ingat selalu sebagai teknik pemicu ide.
Contoh:
Banjir bandang Jakarta meruap hingga spot-spot bisnis strategis, tempat pusat aktivitas perputaran uang ratusan milyar rupiah Ibukota Indonesia. Jakarta lumpuh. Salah siapa? Jelas bukan salah hujan, sebab hujan buatan Tuhan, dan Tuhan mustahil salah. (What Lead—Apa: Banjir Bandang).
2. Tohokan Kontradiktif
Gap dari dua titik ekstrim sanggup menggedor nalar pembaca untuk menghabiskan bacaan tanpa diganggu.
Contoh:
Jakarta memang sebuah kota modern tempat tinggal orang-orang kaya, dan cendikia. Namun, menurut statistik (sebutkan angkanya, red.), jumlah warga berpenghasilan rendah jauh lebih banyak ketimbang golongan elite ekonomi. Mobil-mobil mewah bersliweran, sementara gerobak-gerobak pemulung pun tak kalah jumlah.
Gunakan statistik, angka-angka akurat, fakta-fakta valid.
3. Rebut Satu-Satunya Jawaban
Buatlah pertanyaan-pertanyaan sebagai magnet kuat dalam benak pembaca, untuk enggan pergi dari tulisan kita sebelum mendapatkan jawaban-jawaban tersebut.
Contoh:
A. Tahukah Anda bahwa sebelum terjadinya musibah Tsunami Aceh beberapa tahun silam, persis beberapa jam sebelumnya hewan-hewan melakukan migrasi besar-besaran menjauh ke tempat tinggi, atau pun masuk jauh ke dalam belantara hutan? Apakah mereka sudah tahu akan datangnya bencana tersebut?
B. Tahukah Anda tentang adanya sejenis ikan yang hidup di pedalaman laut yang dapat dijadikan indikator bakal terjadi Tsunami? Mereka keluar dari dalam laut ke permukaan air, kemudian banyak mati di pantai.
4. Pernyataan Aneh.
Pancing pembaca Anda dengan proposisi berlebihan, agar mereka tertarik untuk membantahnya, memberikan sanggahan-sanggahan—setidaknya di dalam hati. Lantas, paparkan versi “benar”-nya pada tubuh tulisan selanjutnya.
Contoh:
Islam adalah agama para teroris. Orang Islam adalah pembunuh-pembunuh massal tak berperikemanusiaan. Sebagiannya sangat suka kawin, sementara sebagian lain terlalu gemar berkumpul di masjid-masjid hingga malas untuk bekerja mencari penghidupan.
Paragraf kedua: Fenomena tersebut terlontar setelah ada beberapa dari kaum muslimin mempraktikkan agama secara tidak pada tempatnya. Dan, ada pula yang berpendapat seperti itu karena didasari oleh sifat tidak suka pada satu—dua orang Islam, kemudian menggeneralisir secara serampangan.
Islam memang membolehkan Jihad sebagai bagian dari Bab Peperangan. Namun, jihad di dalam Islam memiliki aturan sebagaimana kegiatan-kegiatan (amaliyah) lainnya. Di dalam Islam, bahkan berludah pun ada aturannya. Arah mana sebaiknya berludah, dan lain-lain. Hingga boleh tidaknya memakai sandal sebelah juga diatur dalam Islam. Islam telah lengkap dan sempurna.
5. Istilah Unik
Adanya istilah unik dalam sebuah tulisan membuat orang penasaran. Gubahlah sebuah istilah unik, aneh, nyeleneh, lantas jelaskan definisinya (menurut Anda) dari istilah baru tersebut.
Contoh:
Hari ini, beberapa penulis blog memiliki konten lucu sebagai semacam “Standing Comedy” versi cetak. Artikel mereka kocak dan memancing tawa, kendati acap berisi kritikan dan sentilan-sentilan halus bagi jiwa-jiwa manusia. Mereka, Bloggur ini, kini semakin marak meramaikan dunia blogging tanah air.
Penjelasan: Kata Bloggur saya sarikan dari dua kata yaitu Blogger, dan Cagur (grup komedian sohor Indonesia). Maka, Bloggur secara sederhana mengadung unsur blogging yang memiliki nuansa komedi di dalamnya.
6. Kutipan Langsung
Contoh:
“Jangan hanya katakan si nenek berteriak, bawa dia ke sini dan suruh dia teriak!” (Mark Twain)
Demikian beberapa tips tentang Cara Besut Paragraf Awal Ala Penulis Terkenal. Semoga bermanfaat.




















Januari 20th, 2013 at 9:57 am
mudah2an saya semakin lancar deh nulisnya, makasih, postingan mantab…
Januari 22nd, 2013 at 5:34 am
Terimakasih, sering-sering berkunjung.