Twitter adalah salah satu dari sedikit media sosial paling berpengaruh pada dekade awal milenium ke-3. Hari ini setelah 6 tahun kelahirannya, Si Burung Kicau telah sukses menjaring serbuan berjuta-juta minat para penggemar ajang komunikasi digital canggih. Seperti dilansir SalingSilang.Com, menurut hasil survey lembaga pemantau media sosial Semiocast, jumlah akun terdaftar Twitter di seluruh dunia hingga Juni 2o12 mencapai angka 500 Juta. Peringkat pertama dipegang oleh Amerika Serikat (151 Jutaan), sementara Indonesia menduduki peringkat ke-5 (32 Jutaan), satu level di bawah Inggris (35 Jutaan).
Pencipta Twitter, sekaligus kreator Blogger (Blogspot)—sebelum diakuisisi oleh Google (Sergey Brin dan Larry Page)—Evan Williams bersama dua orang koleganya Jack Dorsey dan Biz Stone berhasil mengkonstruksi sebuah wadah berbagi pesan berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dengan format Microblogging. Disebut Micro lantaran kuantitas dari isi pernyataan penggunanya terbatas (barangkali sengaja dibatasi) tidak lebih dari 140 karakter huruf dan angka.
Fenomena inilah yang belakangan, menurut beberapa penggunanya, memberikan “rasa” unik kepada Twitter. Orang seolah dituntut untuk berlomba-lomba menyusun sederet komposisi bahasa pendek, tetapi barmakna luas dan komunikatif. Hingga kemudian, dalam skala harian, muncullah beraneka trending topics unik sebagai buah dari kebebasan berkreasi dan berekspresi para pemilik akunnya.
Mereka berasal dari pelbagai latar belakang, serta beragam tujuan. Pelajar dari tiap level lembaga edukasi formal “berkicau” tentang keseharian mereka: Kegiatan hari-hari, sekolah, kejadian di jalan, emosi mereka, perasaan terhadap lawan jenis, orang tua, teman, tentang pekerjaan rumah (PR), selebritis di tivi, film, dan bahkan mungkin segala sesuatu yang mereka dengar, lihat atau rasakan.
Sedangkan para pegiat marketing dengan pandangan jeli, merumuskan propaganda-propaganda komersil singkat untuk mempopulerkan produk-produk mereka. Tweet-Tweet mereka berisi ajakan kepada segenap warga Twitter supaya segera mendapati langsung produk mereka, atau berkenalan terlebih dahulu lewat website-website atau pun blog-blog mereka.
Dan pengguna lainnya seperti dari kalangan pekerja (karyawan) atau ibu rumah tangga.
Twit Wiw….*** (@AndiKata1)




















Agustus 3rd, 2012 at 12:47 am
Meski banyak yang belum proposional dalam penggunaan socnet, banyak juga keuntungan yang di dapat, yang penting tetap berhati-hati, dapat memisahkan ruang publik dan privasi. Nice post kakak!:D
Agustus 3rd, 2012 at 1:40 am
Thaks ya sudah berkunjung. Betul sekali masukan dari kamu.
Agustus 8th, 2012 at 11:01 am
Walopun punya twitter juga…
Tapi blog sepertinya lebih melekat di hati mas…
Aku terlalu cerewet buat twitter soalnya…hihihi..
Biasanya nge-twit kalo lagi ada mau nya ajah…hihihi…
eh, sepertinya kita belum saling mem-follow twitter yah mas…apa akun nya mas?
Agustus 8th, 2012 at 5:27 pm
Iya, betul. Ini saya lagi belajar twitter makanya nulis soal twitter biar ga lupa. Tks, Teh Erry.
Agustus 8th, 2012 at 10:37 pm
kok nulis 2012 pakai huruf o bang andi?
Agustus 8th, 2012 at 11:04 pm
Ups. Makasih buat koreksinya.
Nopember 17th, 2012 at 6:57 pm
Dengan munculnya Twitter, muncul juga situs-situs follower exchange, ada juga yang buka jasa penambah follower Twitter
Nopember 28th, 2012 at 3:57 am
Wow, makasih infonya, Sob.