Seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita—Buruh Migran) kaya mendadak setelah mendapat warisan dari mantan suaminya seorang pengusaha properti sebesar 20 juta Riyal atau sekitar 50 Milyar Rupiah di Thaif, Arab Saudi. Seperti dilansir Kantor Berita Antara, 10/07/12, sang buruh migran dinikahi oleh majikannya yang meninggal tidak lama kemudian.

Semasa hidupnya, sang suami memiliki beberapa bidang tanah, dan bangunan di spot-spot strategis di Thaif, termasuk apartemen yang belakangan dilelang secara umum untuk dibagi-bagikan kepada para ahli warisnya senilai 300 Riyal (700 Milyar Rupiah).

Setelah 8 tahun proses musyawarah dengan seluruh keluarga suami dan memutuskan untuk tinggal di sana selama proses tersebut, akhirnya ia diputuskan oleh hakim setempat sebagai salah seorang penerima harta warisan. (Sumber: Yahoo News)

160 Lesbian “Menikah” di Taiwan

Tempo.Co memberitakan sebanyak 160 orang (80 pasangan) lesbian mengikat janji sebagai “suami-istri” di Taiwan, Agustus tahun lalu. Mereka mengundang 1.000 orang keluarga dekat dan orang-orang yang penasaran dengan aktivitas mereka.

Bulan Agustus mendatang, sepasang lesbian penganut salah satu agama resmi di negara penerima TKW dari Indonesia rencananya juga akan meresmikan hubungan mereka sebagaimana ke 160 orang tersebut. Mereka akan mengucapkan janji dalam seremonial di hadapan pemangku otoritas agama mereka. Disebutkan bahwa ibu dari salah seorang pasangan menyetujui aksi mereka, sementara sang ayah tidak memberi restu.

Rancangan Undang-Undang Pernikahan Sejenis di Taiwan, pada tahun 2003 membolehkan pasangan lesbian untuk meresmikan hubungan mereka. Namun, presiden Ma Ying-jeou meminta konsensus dari masyarakat sebelum memberi pengesahan terhadap RUU ini. (Sumber: Yahoo News)

Pelacuran Legal di Australia dan Belanda

Beberapa negara bagian di Australia seperti New South Wales melegalkan prostitusi (baca: Pelacuran) di sebagian titik kota itu. Rumah-rumah bordil berdiri untuk menservis para pelanggan mereka sementara hukum di sana memberi keleluasaan bagi mereka untuk melakukan hal tersebut.

Di Sidney bahkan dapat ditemukan rumah bordil berdana renovasi sebesar AUD$ 12 Juta (Rp 108 Milyar), dan menjadi rumah pelacuran terbesar di kota metropolitan Australia. Rumah bordil tersebut menyediakan 2 kasur pegas ukuran besar dan sebuah meja bola sodok bagi tiap kamar pemesanan grup. Fasilitas rumah bordil itu dilengkapi dengan 40 ruang kerja dan 21 ruang tunggu. (Sidney Morning Herald, 17/05/11)

Sementara di Belanda, pelacur-pelacur dapat dengan mudah ditemukan di zona-zona khusus (semacam kompleks lokalisasi) dengan mengantongi izin resmi yang melegalisasi kegiatan mereka. (Sumber: Internet)

Indonesia?***

Hosting Gratis


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Print this article!