Rahasia algoritma Page Rank (PR) Google hingga detik ini masih menjadi “harta karun” terpendam bagi mayoritas penggiat internet. Idea tentang betapa sebuah link bisa sukses muncul di posisi teratas SERP (Search Engine Result Page/Halaman Penampil Mesin Pencari) Google usai mengungguli ratusan, ribuan, bahkan jutaan link berjudul senada berbekal hitung-hitungan peringkat laman-nya berdaya bius kuat. Beberapa praktisi teknologi SEO pun lantas berusaha menelusuri jejak-jejak peta algoritma PR tersebut. Berikut laporannya: Selamat berburu “harta karun”…

1. Kibarkan Bendera Dengan Cara Comment (Komentar)

Blogging bukan proses sekali jadi: Tiga “D” (Diam, Diam, Diam) setelah menulis konten. Kita tidak sedang berada di tengah hutan tanpa “sanak blogger” lain di sekeliling kita. Berkomentar memunculkan link di laporan link back kita untuk kemudian melahirkan PR.

Jika Anda menggunakan servis blog gratis seperti BlogDetik.Com, dan memilih kategori “Personal Blog” bagi blog Anda, tetangga kita sesama blogger Blog Detik terbukti sebagai penyedia back link paling ramah dan royal (dermawan). Blog-blog ber PR 2, atau pun 3 banyak dan dengan senang hati menyambut komentar hangat Anda. Coba, deh

2. Berlayarlah di Samudera Twitter

Tujuan utama bergabung di Twitter bukan sekadar mengklik widget-nya, lantas meng-up date link kita. Namun, lebih dari itu, Twitteran dapat “memaksa” orang untuk menyukai konten kita, kemudian secara alamiah menciptakan link back untuk kita. Mirip-mirip loyal costumer dalam dunia marketing. Silahkan telusuri lebih dalam bahasan ini dengan menyimak keterangan beberapa karyawan Google. Anda dapat menemukan link akun Twitter mereka di @AndiKata1.

3. Torehkan Konten Semaksimal Mungkin

Ini rahasia umum paling berliteratur pendukung banyak. Silahkan browse Mesin Telusur Google. Berjuta-juta link pembahas tata cara membetot konten jempolan tersebar di seantero dunia maya dengan beragam bahasa. Serta jangan takut untuk melakukan inovasi-inovasi dalam bahasa. Pokoknya masih komunikatif (tidak sulit dicerna) dan fokus.

4. Konstruksi link internal

Metode ini membutuhkan sedikit keringat dan ketelitian. Anda harus menempatkan link-link Anda di laman-laman lain Anda. Intinya, jangan terlampau tamak. Sebab, robot Google tidak terlalu ramah dengan link panjang sebagai anchor.

Genjot laman terbaik Anda. Kita sudah sama-sama ketahui bahwa tiap laman memiliki PR berbeda-beda—untuk memudahkan mengecek PR tiap laman, silahkan tambahkan add ons (pengguna Modzilla dapat memperolehnya di situs resmi mereka) toolbar berbasis PR dan Alexa Rank Checker.

5. Optimasi Terjemahan Bahasa Asing

Translasikan konten Anda ke dalam bahasa asing. Bila Anda menemui kesulitan, gunakan Google Translate dan mulai cas cis cus. Ini pun tentu dapat memotivasi kita untuk belajar lebih banyak tentang bahasa asing. Minimal Bahasa Inggris. Banyak sekali situs penyedia konten bernuansa pembetulan grammar, bila hasil terjemahan tersebut masih berantakan.

6. Bunuh Taktik Jahat Seputar Peningkatan PR

Jika Google menyingkap taktik jahat untuk menipu crawler (perayap)-nya, seperti melakukan Hidden Text, banjir pengulangan kata kunci atau pun ketidak konsistenan antara judul dengan isi konten, laman-laman berkategori berbeda dengan kategori blog Anda, tipuan-tipuan pengalihan link (link redirect), duplikasi konten, bersiap-siaplah untuk lenyap dari indeks Google.

7. Jadilah Teman Google

Bila Anda senang link Anda ditancapkan di laman orang lain, demikian pula Google (juga link-link lain). Luangkanlah tempat di blog Anda untuk menaruh link Google, siapa tahu robot mereka akan mengenali blog Anda sebagai kawannya. Pelit kepada Google mungkin sekali bermakna buruk.

Bila perlu, barangkali…. :D Kirimkanlah sekotak kue manis ke alamat mereka di Palo Alto. Siapa sih orangnya yang tidak suka kue manis? Ha ha ha.

8. Ujung Perjalanan

Google, dalam algoritma PR buatan bos-bos mereka yakni Sergey Brin dan Larry Page memiliki banyak sekali pertimbangan dalam memberikan PR kepada sebuah blog. Di antaranya adalah:

A. Seberapa cepat sebuah laman mendapat link.

B. Berapa lama link tersebut bertahan.

C. Kapan laman Anda mendapat link-link tersebut.

D. Daya tancap laman Anda (berkaitan dengan bounce rate—rasio pentalan (lihatlah statistiknya di Google Analytics).

E. Dan lain sebagainya. Silahkan berkembara di forum-forum SEO

Ini hanya sekelumit pandangan untuk membongkar peta “harta karun” Algoritma Page Rank Google. Sebagai tambahan, link-link pegawai-pegawai Google yang nanti akan Anda peroleh di akun Twitter saya (@AndiKata1) pun banyak menyediakan keterangan-keterangan berguna seputar “harta karun” PR Google khususnya, dan SEO pada umumnya.

Set sail yey strong mighty sailor…..***

Hosting Gratis


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Print this article!