Diskon (Discount) banyak diburu oleh orang-orang sejak dahulu. Di mana saja ada diskon, pasti diserbu oleh konsumen apa pun jenis barangnya. Orang tergiur oleh diskon karena, pastinya, dapat membuat mereka menghemat isi saku mereka. Dari mulai sale di supermarket, cuci gudang, atau pun banderol-banderol beriming-iming harga jomplang intinya satu: Potongan harga (Diskon). Sehingga, diskon pun menjadi salah satu teknik marketing mumpuni untuk melariskan stok opname.

Setidaknya ada dua cara pemberian diskon. Pertama adalah dengan memotong langsung harga barang dari harga asalnya. Dan, kedua dengan memberikan potongan harga berdasarkan prosentase. Keduanya sebenarnya sama saja. Hanya istilahnya saja berbeda. Namun, pada pengertian kedua, dari segi efek komunikasi, terasa lebih unggul sebab menimbulkan efek psikologis tertentu dari perspektif promosi (iklan).

Strategi penjualan berbasis diskon kini mulai menyentuh media massa internet. Beberapa pengelola web sites sengaja mendirikan situs penyedia diskon bagi pengunjung internet dengan supaya shoppers dapat dengan mudah mendapatkan barang sesuai keinginan mereka tanpa perlu melalui proses tawar menawar berliku. Mereka bekerja sama dengan merchant-merchant netpreneur dari aneka produk dengan menyediakan sarana “etalase” barang dagangan dengan penambahan atribut diskon pada tiap produk mereka.

Bila dicermati lebih lanjut, strategi marketing model ini cukup menguntungkan kedua belah pihak dari unsur transaksi yakni Penjual dan Pembeli. Penjual dapat meningkatkan laju penjualan barangnya agar cepat laku dengan memberikan diskon dan diinformasikan di web site tersebut. Sementara, Pembeli dengan mudah menentukan barang yang akan dibelinya dengan melihat diskon dari barang tersebut. Sehingga, terciptalah suatu suasana transaksi yang lebih mudah dari jenis transaksi konvensional.***


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • Print this article!